Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi pembelajaran merupakan suatu proses untuk menentukan jasa, nilai atau manfaat kegiatan pembelajaran melalui kegiatan penilaian dan/ atau pengukuran. Evaluasi pembelajaran mencakup pembuatan pertimbangan tentang jasa, nilai atau manfaat program, hasil, dan proses pembelajaran. Pembahasan evaluai pembelajaran dalam uraian ini dibatasi pada :

1.   Fungsi dan Tujuan Evaluasi Pembelajaran

Tujuan utama dari evaluai pembelajaran adalah sejumlah informasi atau data tentang jasa, nilai atau manfaat kegiatan pembelajaran. Sejumlah informasi atau data yang diperoleh melalui evaluasi inilah yang kemudian difungsikan dan ditujukan untuk pengembangan pembelajaran dan akreditasi.

a.   Fungsi dan tujuan evaluasi pembelajaran untuk pengembangan.

Dalam hal evaluasi pembelajaran berfungsi dan bertujuan untuk pengembangan pembelajaran, maka evaluasi pembelajaran sedang menjalankan fungsi formatif. Hal ini bertitik tolak dari pandangan bahwa fungsi formatif evaluasi dilaksanakan apabila hasil yang diperoleh dari kegiatan evaluasi diarahkan untuk memperbaiki bagian tertentu atau sebagian besar bagian kurikulum (pembelajaran) yang sedang dikembangkan (Hasan, 1988 : 39). Memperbaiki bagian tertentu atau sebagian besar aspek pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan pengembangan pembelajaran. Dengan kata lain, fungsi dan tujuan evaluasi pembelajaran untuk pengembangan pembelajaran dilaksanakan apabila hasil kegiatan evaluai pembelajaran digunakan sebagai dasar pengembangan pembelajaran.

b.   Fungsi dan tujuan evaluasi pembelajaran untuk akreditasi.

Orang – orang yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan pada umumnya mengenal pengertian akreditasi sebagai suatu penilaian yang dilakukan oleh pemerintah terhadap sekolah swasta untuk menentukan peringkat pengakuan pemerintah terhadap sekolah tersebut (Arikunto, 1990 : 186). Akreditasi juga dapat diartikan sebagai suatu proses dengan mana suatu program atau institusi (lembaga) diakui sebagai badan yang sesuai dengan beberapa standar yang telah disetujui (Scravia  B. Anderson dalam Arikunto, 1990 : 186). Berdasarkan pengertian akreditasi tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa akreditasi ditetapkan atau diputuskan setelah dilaksanakan evaluasi terlebih dahulu terhadap lembaga pendidikan, baik TK, SD, SLTP, dan SLTA swasta maupun perguruan tinggi swasta. Ada berbagai aspek yang dinilai dalam menentukan akreditasi suatu lembaga pendidikan, salah satu aspek/komponen yang dinilai adalah pembelajaran. Dengan demikian fungsi dan tujuan evaluasi hasil belajar untuk akreditasi dilaksanakan apabila hasil kegiatan evaluasi pembelajaran digunakan sebagai dasar akreditasi lembaga pendidikan.

2.   Sasaran Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi pembelajaran sebagaimana diungkapkan sebelumnya berusaha menetapkan jasa, nilai atau manfaat aspek – aspek pembelajaran. Dengan kata lain, sasaran evaluasi pembelajaran adalah aspek – aspek yang terkandung dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian sasaran evaluasi pembelajaran meliputi: tujuan pengajaran, unsur dinamis pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan kurikulum.

a.   Tujuan pembelajaran merupakan sasaran evaluasi pembelajaran yang perlu diperhatikan, karena semua unsur/aspek pembelajaran yang lain selalu bermula dan bermuara pada tujuan pengajaran. Hal – hal yang perlu dievaluasi pada tujuan pengajaran adalah penjabaran tujuan pengajaran, rumusan tujuan pengajaran, dan unsur – unsur tujuan pengajaran.

Penjabaran tujuan pengajaran yang dimaksudkan adalah penjabaran dimulai dari tujuan pengajaran tertinggi sampai tujuan pengajaran yang terendah, seringkali disebut hirearki tujuan. Tujuan pengajaran yang tertinggi adalah tujuan pendidikan nasional. Tujuan kelembagaan, tujuan kurikuler, tujuan umum pengajaran, dan terakhir tujuan khusus pengajaran, semakin ke bawah semakin rinci unsur – unsur yang ada pada rumusan tersebut. Unsur – unsur yang seharusnya terlihat pada rumusan tujuan khusus pengajaran, misalnya akan berbeda dengan unsur – unsur yang ada pada rumusan tujuan umum pengajaran. Unsur – unsur yang seharusnya terlihat pada rumusan tujuan khusus pengajaran meliputi perilaku yang diharapkan dapat dicapai, kriteria keberhasilan yang ditentukan, dan situasi kondisi untuk membentuk prilaku dengan kriteria yang diinginkan tersebut.

b.   Unsur dinamis pembelajaran merupakan sasaran evaluasi pembelajaran yang kedua. Yang dimaksud dengan unsur dinamis pembelajaran adalah sumber belajar atau komponen sistem instruksional yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Sumber belajar meliputi: pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan latar (AECT, 1986 : 2). Sumber – sumber belajar dibedakan menjadi dua jenis: (i) sumber belajar yang dirancang (by design) yakni sumber belajar yang secara khusus telah dikembangkan sebagai komponen pembelajaran untuk memberikan kemudahan/fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal, dan (ii) sumber belajar karena dimanfaatkan (by utilization) yakni sumber belajar yang tidak secara khusus dirancang untuk keperluan pembelajaran namun dapat ditemukan, diterapkan, dan digunakan untuk keperluan belajar (AECT, 1986 : 9).

Sumber belajar disebut unsur dinamis pembelajaran karena setiap perubahan yang terjadi pada salah satu sumber belajar akan mengakibatkan terjadinya perubahan pada kegiatan pembelajaran. Selain itu, perubahan pada satu sumber belajar akan mengakibatkan sumber belajar lain menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi. Pesan dapat diartikan sebagai informasi yang disampaikan oleh sumber belajar atau komponen system instruksional yang lain dan berbentuk gagasan, fakta, makna, dan data (AECT, 1986 : 195). Pesan dapat juga disebut sebagai isi pelajaran bidang studi/mata pelajaran. Dengan demikian pesan haruslah bersesuaian dengan tujuan pengajaran.

Orang sebagai sumber belajar adalah orang yang bertindak sebagai penyimpanan dan/atau penyalur pesan (AECT, 1986 : 10). Yang termasuk sumber belajar orang dalam kegiatan pembelajaran adalah guru, siswa, dan/atau orang lain yang diminta bertindak sebagai narasumber.

Bahan adalah barang – barang (lazim disebut perangkat lunak) yang biasanya berisikan pesan untuk disampaikan dengan menggunakan peralatan, kadang – kadang bahan itu sendiri sudah merupakan bentuk penyajian (AECT, 1986 : 10).

Bahan sebagai sumber belajar dapat berupa pita audio, program pembelajaran computer, peta, buku teks, dan yang sejenis lainnya.

Alat merupakan barang – barang (lazim disebut perangkat keras) yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang terdapat dalam bahan (AECT, 1986 : 10). Termasuk alat sebagai sumber belajar ini diantaranya adalah video tape recorder (VTR), proyektor slide, pesawat radio, pesawat televise, dan computer.

Teknik adalah prosedur atau langkah – langkah tertentu dalam menggunakan bahan, alat, tata tempat, dan orang untuk menyampaikan pesan (AECT, 1986 :10). Teknik dapat berupa pembelajaran berbantuan computer, pendekatan CBSA, diskusi, pembelajaran individual, dan yang lain.

Latar merupakan sumber belajar berupa lingkungan tempat pesan diterima oleh siswa (AECT, 1986 : 10). Latar dapat berupa lingkungan fisik dan lingkungan non – fisik. Perpustakaan, laboratorium, ruang kelas, tempat duduk, dan meja merupakan contoh lingkungan fisik. Sedangkan lingkungan non – fisik dapat berupa sirkulasi udara, penerangan ruang, akustik ruangan, dan yang lain.

Adanya interaksi antara sumber belajar sebagai unsur dinamis pembelajaran dengan siswa akan mewujudkan pelaksanaan pembelajaran.

c.   Sasaran evaluasi pembelajaran lainnya adalah pelaksanaan pembelajaran. Dalam hal ini pelaksanaan pembelajaran diartikan sebagai interaksi antara sumber belajar dengan siswa. Dengan demikian dalam mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran, kita sebenarnya menentukan seberapa derajat interaksi antara siswa dengan setiap sumber belajar dan seberapa derajat interaksi sumber belajar dengan tujuan pengajaran. Sasaran evaluasi pembelajaran dalam pelaksanaan pembelajaran secara lebih terperinci di antaranya adalah:

-     Kesesuaian pesan dengan tujuan pengajaran.

-     Kesesuaian sekuensi penyajian pesan kepada siswa.

-     Kesuaian bahan dan alat dalam pembelajaran.

-     Kemampuan guru menggunakan bahan dan alat dalam pembelajaran.

-     Kemampuan guru menggunakan teknik pembelajaran.

-     Kesesuaian teknik pembelajaran dengan pesan dan tujuan pengajaran.

-     Interaksi siswa dengan siswa lain.

-     Interaksi guru dengan siswa.

d.   Sasaran evaluasi pembelajaran yang berikutnya adalah kurikulum. Dalam hal ini, kurikulum dipandang sebagai rencana tertulis yakni seperangkat komponen pembelajaran yang diuraikan secara tertulis pada bahan tercetak atau buku. Kurikulum sebagai sasaran evaluasi pembelajaran akan meliputi:

-     Tersedianya dan sekaligus kelengkapan komponen kurikulum.

-     Pemahaman terhadap prinsip – prinsip pengembangan dan pelaksanaan kurikulum.

-     Pemahaman terhadap tujuan kelembagaan atau tujuan institusional sekolah.

-     Pemahaman terhadap struktur program kurikulum.

-     Pemahaman terhadap GBPP.

-     Pemahaman terhadap teknik pembelajaran.

-     Pemahaman terhadap sistem evaluasi.

-     Pemahaman terhadap pembinaan guru.

-     Pemahaman terhadap bimbingan siswa.

Demikianlah sasaran evaluasi pembelajaran yang meliputi tujuan pengajaran, unsur dinamis pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan kurikulum. Sasaran evaluasi tersebut harus dijabarkan ke dalam deskriptor dan indikator pada instrumen evaluasi pembelajaran yang akan digunakan dalam prosedur evaluasi pembelajaran.

3.   Prosedur Evaluasi Pembelajaran

Evaluator dalam evaluasi pembelajaran adalah suatu tim yang mempunyai peran penting dalam memberikan informasi mengenai keberhasilan pembelajaran (dimodifikasikan dari Arikunto, 1988 : 7). Yang berhak menjadi tim evaluator adalah orang – orang yang telah memenuhi berbagai persyaratan yang ditentukan. Prosedur evaluasi pembelajaran terdiri dari lima tahapan, yakni :

a.   Penyusunan Rancangan

Secara garis besar desain evaluasi pembelajaran berisi hal – hal yang sama dengan yang tertera dalam desain penelitian, yakni meliputi latar belakang, problematika, tujuan evaluasi, populasi dan sampel, instrumen dan sumber data, serta teknik analisis data (Arikunto, 1988 : 44). Untuk memperjelas penyusunan rancangan evaluasi pembelajaran, akan diuraikan secara singkat tiap – tiap langkah kegiatannya :

1.   Menyusun latar belakang yang berisikan dasar pemikiran dan/atau rasional penyelenggaraan evaluasi.

2.   Problematika berisikan rumusan permasalahan/problematika yang akan dicari jawabannya baik secara umum maupun terinci.

3.   Tujuan evaluasi merupakan rumusan yang sesuai dengan problematika evaluasi pembelajaran, yakni perumusan tujuan umum dan tujuan khusus.

4.   Populasi dan sampel, yakni sejumlah komponen pembelajaran yang dikenai evaluasi pembelajaran dan/atau yang dimintai informasi dalam kegiatan evaluasi pembelajaran.

5.   Instrumen adalah sejumlah jenis alat pengumpulan informasi yang diperlukan sesuai dengan teknik pengumpulan data yang diterapkan dalam evaluasi pembelajaran.

Sumber data adalah dokumen, kegiatan, atau orang yang dapat memberikan informasi atau data yang diperlukan.

6.   Teknik analisis data, yakni cara/teknik yang digunakan untuk menganalisis data yang disesuaikan dengan bentuk problematik dan jenis data. (Arikunto, 1988 : 44 – 47).

b.   Penyusunan Instrumen

Setelah seorang evaluator menusun rancangan evaluasi pembelajarannya yakni peta kegiatan yang akan dilakukan selama kegiatan evaluasi pembelajaran, maka tahapan berikutnya adalah penyusunan instrumen evaluasi pembelajaran. Menurut Arikunto  (1988 : 48 – 49) langkah –langkah penyusunan instrumen adalah:

(i)   merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan instrumen yang akan disusun,

(ii)  membuat kisi – kisi yang mencanangkan tentang perincian variable dan jenis instrumen yang akan digunakan untuk mengukur bagian variabel yang bersangkutan,

(iii)membuat butir – butir instrumen evaluasi pembelajaran yang dibuat berdasarkan kisi – kisi, dan

(iv) menyunting instrumen evaluasi pembelajaran yang meliputi: mengurutkan butir menurut sistematika yang dikehendaki evaluator untuk mempermudah pengelohan data, menuliskan petunjuk pengisian dan identitas serta yang lain, dan membuat pengantar pengisian instrumen.

Semua langkah yang dilaksanakan dalam penyusunan instrumen di atas berisikan kegiatan seperti yang telah direncanakan dalam rancangan evaluasi pembelajaran.

c.   Pengumpulan Data

Setelah instrumen evaluasi pembelajaran siap pakai, maka langkah berikutnya adalah datang kepada sumber data untuk mengumpulkan data/informasi yang diperlukan. Dalam pengumpulan data dapat diterapkan berbagai teknik pengumpulan data diantaranya adalah kuesioner, wawancara, pengamatan, dan studi kasus. Setiap teknik pengumpulan data mempunyai prosedur yang berbeda – beda seperti dibahas berikut ini.

1.   Kuesioner yakni seperangkat pertanyaan tertulis yang diberikan kepada seseaorang untuk mengungkap pendapat, keadaan, kesan yang ada pada diri orang tersebut maupun di luar dirinya (Arikunto, 1988 : 53). Orang disini adalah semua orang yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam kegiatan pembelajaran yang diminta mengisi kuesioner, misalnya : guru, siswa, orang tua, pengawas sekolah atau kepala sekolah, dan orang – orang lainnya. Kegiatan yang sebaiknya dilakukan oleh evaluator dalam menerapkan teknik kuesioner ini adalah:

-     mengujicobakan kuesioner kepada sejumlah orang yang memiliki karakteristik yang sama dengan yang akan mengisi angket,

-     melancarkan penyebaran kuesioner kepada orang yang dituju,

-     mengumpulkan dan mengadministrasikan kuesioner, dan

-     mengolah data yang berhasil dikumpulkan.

2.   Wawancara yakni suatu teknik pengumpulan data yang menuntut adanya pertemuan langsung atau komunikasi langsung antara evaluator dengan sumber data. Langkah kegiatan yang hendaknya dilakukan oleh evaluator dalam menerapkan teknik wawancara ini adalah:

-     menyusun pedoman wawancara atau daftar cocok (ckeck-list) sesuai dengan data yang akan dikumpulkan,

-     evaluator yang bertindak hanya sebagai pengumpul data perlu memahami tujuan dan petunjuk penggunaan wawancara,

-     melaksanakan wawancara,

-     menyusun sesegera mungkin jawaban hasil wawancara,

-     mengolah data/informasi hasil wawancara.

3.   Pengamatan merupakan teknik pengumpulan data melalui kegiatan mengamati yang dilakukan oleh evaluator terhadap kegiatan pembelajaran. Evaluator yang bertindak langsung sebagai pengamat harus mencatat segala kejadian dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan instrumen pengamatan yang tersedia. Data yang terkumpul melalui teknik pengumpulan data ini, berupa informasi/data yang objektif dan realistic dari kegiatan pembelajaran. Langkah – langkah yang ditempuh oleh evaluator dalam menerapkan teknik ini adalah:

-     menyusun instrumen pengamatan sesuai dengan informasi/data yang ingin dikumpulkan,

-     melaksanakan pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran untuk mengumpulkan informasi/data dengan menggunakan instrumen yang ada, dan

-     mengolah data yang berhasil dikumpulkan.

4.   Studi kasus adalah teknik pengumpulan data berdasarkan kasus – kasus yang ada dan didokumentasikan. Teknik pengumpulan data ini dimaksudkan untuk memperoleh data tentang keadaan yang menyimpang dalam suatu kegiatan pembelajaran.  Langkah –   langkah yang ditempuh oleh evaluator dalam menerapkan teknik ini adalah:

-     menyusun instrumen studi kasus,

-     melaksanakan kegiatan lapangan, dan

-     mengolah data yang diperoleh.

d.   Analisis Data

Data atau informasi yang berhasil dikumpulkan selanjutnya diolah dan dianalisis. Sebagaimana halnya dalam evaluasi hasil belajar, data dapat diolah secara individual ataupun secara kelompok. Apabila data diolah dan dianalisis secara individual, maka hasilnya menunjuk kepada seseorang atau suatu keadaan. Sedangkan pengolahan dan penganalisisan secara kelompok, hasilnya menunjuk kepada suatu bagian data atau keseluruhan.

Dalam kegiatan evaluasi pembelajaran, analisis  data yang paling banyak dilaksanakan adalah analisis deskriptif kualitatif yang ditunjang oleh data – data kuantitatif.

e.   Penyusunan Laporan

Setelah melakukan analisis data, seorang evaluator masih harus menyusun laporan tentang avaluasi pembelajaran yang telah mereka laksanakan. Dalam laporan evaluasi pembelajaran harus berisikan pokok – pokok berikut.

  1. Tujuan evaluasi, yakni tujuan seperti yang disebutkan di dalam rancangan evaluasi pembelajaran yang didahului dengan latar belakang dan alasan dilaksanakannya evaluasi.
  2. Problematika, berupa pertanyaan – pertanyaan yang telah dicari jawabnya melalui pengetahuan evaluasi pembelajaran.
  3. Lingkup dan metodologi evaluasi pembelajaran yang dicantumkan di sini adalah unsur – unsur yang dinilai dan hubungan antarvariabel, metode pengumpulan data, instrumen pengumpulan data, teknik analisis data. Selain itu, dalam metodologi hendaknya diungkapkan pula populasi dan sampel evaluasi pembelajaran.
  4. Pelaksanaan evaluasi pembelajaran, meliputi:

-         siapa tim evaluator selengkapnya dan jika perlu dengan pembagian tanggung jawab,

-         penjadwalan pelaksanaan evaluasi, dan

-         kegiatan penyusunan laporan.

5.   Hasil evaluasi pembelajaran, yakni berisi tujuan pengajaran, tolak ukur, data yang diperoleh, dan dilengkapi dengan sejumlah informasi yang mendorong penemuan evaluasi pembelajaran sehingga dengan mudah pembuat keputusan dapat memahami tingkat keberhasilan pembelajaran. (Dimodifikasi dari Arikunto, 1988 : 117 – 118).

Demikianlah pembahasan tentang evaluasi pembelajaran, di mana kita dapat menandai bahwa evaluasi pembelajaran tidak mungkin dilakukan oleh seorang guru sendirian. Pelaksana/evaluator pembelajaran adalah tim yang terdiri dari beberapa orang ahli.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: