Puisi – Aku, Hidupku dan Semilir Angin dimalam ini

Kata – kata ini yang selalu terukir
Aku dan air mata
Aku dan derita
Aku yang hampa
Aku adalah aku
Dan akan tetap selalu menjadi diriku
mengubah sesuatu untuk diriku
berusaha agar aku menjadi lebih baik dari diriku yang sebelumnya

Aku tak bisa sesempurna seperti yang engkau harap
Hanyalah secuil dari sejuta cerita
Kesombongan keangkuhan yang ku rasakan dalam hidupku
Kekejian kezaliman bak luka menganga
Kemunafikan hiasan wajah tanpa dosa
Jalan taman surga tak semudah untai kata

Semilir angin dimalam yang sejuk
Jalanan yang sudah mulai mati dari kehidupan
Kemanakah kehidupan yang terlihat?
Hilang bagai ombak yang menyapu pasir pantai
Dinginnya hujan siang tadi seakan merasuk dikeheningan malam ini

Semilir angin hanyutkan asa
Adakah kau tau rasa ini?
Adakah kau peduli?
Adakah kau sadari?
Adakah kau mengerti?

Hanya alam tempat ku melepaskan semuanya
Hanya malam tempatku bersandar
Hanya airmata puasan jiwa
Hati bagai kemarau yang gersang
Menikam dalam

Keremangan malam nan sejuk menyejukkan hati
Bertaburkan bintang menggoda hasrat
Sejenak
Di atas rumput hijau ingin ku rebahkan diri
Sungguh indah…hangat membalut jiwa
Hembusan angin malam membelai pelupuk
Cahaya bulan menari-nari bak penari surgawi
Bibirku tak kuasa menahan kata “…Ohhhh…”
Jiwaku tak mampu menyingkap pandangan
Selaksa jiwa dalam balutan lentera cinta
Cinta pada Pemilik kehidupan ini

Ingin ku bagi rasa ini pada kalian
Kawanku
Maafkan jika aku pernah menyakiti kalian
Membuat kalian tersakiti
Sungguh aku tidak ingin menyakiti siapa pun
Tapi apalah daya
Aku cuma seorang manusia
Yang tak mampu menahan perasaan
Saat ku terhanyut dalam sebuah gulungan dan lilitan
Yang menyakitkan ku
Aku pun tak kuasa tuk pandangi kalian
Aku kehilangan kata-kataku
Aku seperti orang bisu
Aku seperti orang yang tinggal di hutan terasingkan di kota

Disaat ku sedang mengalami derita
Itu lah aku
Saat balutan itu mengenaiku
Ku coba cari teman terbaik ku
Hening dan tenangnya malam
Alam yang menyejukkan ku
Teman sejak kecilku
Mengingatkan ku bahwa masih ada Sang Pencipta yang selalu setia mendengarkan jeritan hati setiap hambanya

Karya : Dedi Lealdi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: